Pesona dusun Kinahrejo Merapi

Pesona-dusun-Kinahrejo-Merapi

Selasa, 22 Mei 2012 | 00:50 WIB

Pesona dusun Mbah Maridjan Siapa tak kenal Gunung Merapi di Yogyakarta? Letusannya di tahun 2010 menewaskan lebih dari 100 orang yang bermukim di seputar lereng merapi. Bahkan juru kunci legendaris, Mbah Marijan, pun turut menjadi korban. Wedus gembel, sebutan bagi awan panas letusan Merapi, dan lava serta lahar dingin muntahan Merapi merupakan momok yang menakutkan bagi warga di sekitar Merapi pada saat tersebut. Namun di balik murka letusan Merapi, ada pesona eksotis yang dihadirkan oleh Gunung Merapi. Setidaknya, penduduk dusun Kinahrejo, dusun terdekat dengan Merapi dan merupakan kediaman bagi keluarga Mbah Marijan, merasakan bahwa Merapi sudah menjadi bagian dari kehidupan dan keseharian mereka.

Letusan gunung merapi tidak membuat mereka berpindah tempat tinggal. Kemurkaan Merapi dianggap sebagai bagian dari proses alam yang mengingatkan kita akan kebesaranNya. Lereng gunung merapi adalah tempat tinggal mereka yang tak tergantikan. Pendapat tersebut sebenarnya tidak terlalu keliru. Setidaknya apabila kita melihat kondisi di sekitar dusun kinahrejo saat ini. Kurang dari 1 (satu) tahun setelah letusan, hampir seluruh permukaan di lereng Merapi sudah menghijau kembali. Bekas2 letusan hanya terlihat pada sejumlah bangunan yang rusak dan jembatan yang putus. Merapi telah ramah kembali. Alam telah kembali hijau dan memberikan kesuburan tiada tara. Apa keunikan Dusun Kinahrejo? Selain lokasinya yang merupakan dusun terdekat dengan Merapi dengan keindahan alam gunung Merapi yang fantastis, dusun Kinahrejo adalah tempat tinggal keluarga Mbah Marijan. Di lokasi bekas rumah mbah Marijan, masih terpampang sejumlah kendaraan yang rusak parah akibat diterjang awan panas dan debu merapi. Sebuah mobil APV dan beberapa motor yang tinggal kerangka menjadi saksi hidup letusan merapi. Saat ditemukan, kendaraan tersebut terkubur di dalam lava dan puing bangunan. Di sampingnya puing kendaraan tersebut, kita bisa menyaksikan bekas rumah Mbah Marijan, yang saat ini hanya tersisa tempat sujud terakhir Mbah Maridjan.

Membaca informasi yang tertulis di spanduk depan bekas rumah Mbah Maridjan dan puing kendaraan sisa letusan, terbersit suasana haru yang mendalam. Kisah pengorbanan para sukarelawan dalam upaya menyelamatkan para penduduk tertulis di sini. Lokasi ini merupakan saksi bisu bagi perjuangan mereka yang tidak akan bisa terbayarkan. Warung Mas Asih, juru kunci Merapi pengganti Mbah Marijan, yang juga merupakan putera mbah Marijan dan abdi dalem Keraton Yogyakarta, terletak di sekitar lokasi, menawarkan kopi hangat dan sejumlah souvenir merapi. Suasana hangat dan ramah di warung ini memberikan kesan mendalam terhadap kehangatan penduduk merapi. Ada juga gardu pandang, terbuat dari bambu, setinggi 8 meter, yang bisa kita naiki untuk mendapatkan pemandangan yang lebih indah. Dusun Kinahrejo bisa dicapai kurang lebih sekitar 1 (satu) jam dari kota Yogyakarta, menuju kaliurang. Pada pertigaan Kaliurang dan Solo, kita perlu berbelok menuju solo dan mengikuti jalan utama. Jalan akan mengecil khususnya menjelang tiba di lokasi. Berjalan kaki menanjak sejauh 1km+ memang terasa cukup melelahkan. Namun kesejukan dan pemandangan alam yang luar biasa di seputarnya dengan gunung merapi yang terlihat jelas di depan mata, menghadirkan pesona yang sangat mengagumkan. Rasa lelah langsung tergantikan. Terkadang hadir pemandangan yang unik dari lokasi ini. Puncak gunung merapi terlihat seperti terbalut dengan awan yang berputar mengelilingi merapi. Awan tersebut hadir bagaikan sabuk putih yang tidak beranjak pergi dan mengitari puncak gunung merapi tersebut. Sangat indah dan menakjubkan.

Dusun kinahrejo memang tidak seramai dulu. Namun kehidupan dan perekonomian sudah mulai kembali aktif di sana, dengan hadirnya para wisatawan lokal dan macanegara. Para wisatawan mulai ramai mendatangi lokasi ini. Selain menikmati pemandangan alam, lokasi bekas rumah Mbah Maridjan dan puing kendaraan APV yang sangat legendaris, seolah menjadi museum untuk mengenang korban Merapi dan keteguhan hati sang Juru kunci. Membaca spanduk besar yang menceritakan saat-saat kondisi genting Merapi dan sejumlah korban sukarelawan, menghadirkan rasa haru yang mendalam. Jiwa mereka adalah harga yang harus dibayar untuk membantu menyelamatkan penduduk. Ada juga sensasi menarik yang ditawarkan dari perjalanan di dusun kinahrejo ini, yaitu berpetualang menelusuri lava dengan kendaraan jip terbuka. Lava tour, sebutan bagi perjalanan penuh sensasi ini, menghadirkan pesona berpetualang layaknya offroad di lokasi bebatuan lava di sekitar merapi. Sangat indah dan menarik, ber-offroad ria dengan jip terbuka (willys prototype) dan suasana alam pegunungan yang menyegarkan.

Kita juga akan dibawa mengunjungi tempat tempat unik sisa letusan merapi, seperti batu besar yang berbentuk wajah manusia dan menarik untuk disaksikan. Juga ada batu bergema, asap panas berdesis, lokasi bekas bungker, batu gajah, hingga asap panas, yang bisa ditemui di lokasi sekitar kaliadem, bekas kawasan wisata favorit di gunung Merapi yang sudah menjadi puing dan menyatu dengan lava beku. Juga ada musium rumah penduduk yang merupakan sisa letusan dan menghadirkan sejumlah barang akibat letusan, seperti jam dinding, lampu petromak, CD, kaset, jam tangan, HP, dan lain lain. Benda benda ini memberikan bayangan terhadap suasana sesudah terjadi letusan. Suasana yang cenderung mengharukan. Tertarik untuk menyaksikan keindahan gunung merapi dari dusun Kinahrejo? Tertarik untuk melihat sejumlah puing kendaraan sisa letusan merapi dan kediaman terakhir Mbah Maridjan? Tertarik untuk menikmati petualangan ber-offroad ria di bebatuan lava? Silakan datang ke lokasi dan saksikan keindahan alam unik di sekitar Kinahrejo. Suasana haru mengenang korban para sukarelawan Merapi juga masih terasa membekas di sekitar lokasi rumah mbah Maridjan.