Pesona Keunikan Candi Sambisari

Pesona-Keunikan-Candi-Sambisari

Minggu, 3 Juni 2012 | 06:38 WIB

Pesona Candi layaknya Puzzle alam Pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani yang bernama Karyowinangun, Candi Sambisari merupakan candi yang unik, berbeda dengan candi kebanyakan. Setelah 21 tahun dilakukan eksplorasi dan renovasi, keindahan candi Sambisari, yang berlokasi di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, bisa dinikmati oleh publik. Kita bisa menjangkau melalui lintas jalan Yogya Solo, hingga menemukan papan penunjuk menuju candi ini. Unik? Ya, karena posisi candi Sambisari yang mirip puzzle ini berada 6.5 meter lebih rendah dari dataran sekitarnya.

Candi yang diperkirakan dibangun pada tahun 812 - 838M, masa pemerintahan Rakai Garung, terdiri atas 1 candi utama dan 3 candi pendamping. Sebagai pembatas, ada 8 lingga patok tersebar di setiap arah mata angin. Bangunan candi utama cukup unik karena tidak memiliki alas sebagaimana halnya candi pada umumnya. Kaki candi yang polos tanpa relief berfungsi sebagai alas dan sejajar dengan tanah. Memasuki pintu candi utama, kita bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara. Dalam mitologi Hindu, makara dianggab sebagai hewan ajaib. Makara di Sambisari diperkirakan merupakan transformasi dari makara India, berupa kombinasi gajah dengan ikan atau buaya.

Dari bentuknya, diperkirakan bahwa Sambisari dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa. Keluar dari candi utama, menuju barat, kita bisa menemui 3 candi perwara atau candi pendamping yang menghadap ke arah berlawanan. Mau tahu informasi lebih detail mengenai Sambisari? Kita bisa menuju ruang informasi yang memberikan gambaran tentang kondisi candi Sambisari secara lengkap. Candi Sambisari memang bukan candi yang besar dengan relief yang bisa dibandingkan dengan Borobudur maupun Prambanan. Namun posisi dan bentuknya yang unik, layaknya puzzle alam, bisa memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.